sweetptr.com

Saturday, June 21, 2008

Pahala Sabar

Apabila telah Kubebankan kemalangan (bencana) kepada salah seorang hamba-Ku pada badannya, hartanya, atau anaknya, kemudian ia menerimanya dengan shabar yang sempurna, Aku merasa enggan menegakkan timbangan baginya pada hari qiamat atau membukakan buku catatan amalannya baginya. (HQR al-Qudla'i, ad-Dailami dan al-Hakimut-Turmudzi dari Anas r.a.)



Shabar adalah menahan diri dan membawanya kepada yang dituntunkan syara' dan akal serta menghindarkannya dari apa yang dibenci oleh keduanya. Jadi shabar ialah suatu ke­kuatan, daya positip yang mendorong jiwa untuk menunaikan kewajiban. Di samping itu shabar adalah satu kekuatan (daya) preventif yang menghalangi seseorang untuk melakukan ke­jahatan.




Hujjatul-Islam Imam al-Ghazali menegaskan: "Shabar ialah tetap tegaknya dorongan Agama berhadapan dengan dorongan hawa nafsu. Dorongan Agama ialah hidayah Allah kepada manusia untuk mengenal-Nya, Rasul-Nya serta mengetahui dan mengamalkan ajaran-Nya dan kemaslahatan-kemaslahatan yang bertalian dengan akibat-akibatnya. Shabar yaitu sifat yang membedakan manusia dengan hewan dalam hal menundukkan hawa nafsu. Sedang dorongan hawa nafsu ialah tuntutan syahwat dan keinginan yang minta dilaksanakan.


0 komentar: