sweetptr.com

Saturday, June 21, 2008

Ringan di Lisan Berat di Timbangan

Kawan, ingin kukabarkan padamu kalam ilahi dan sunnah nabi tentang sesuatu yang ringan di lisan namun berat di timbangan amal. Sungguh sesuatu ini benar-benar ringan, karena setiap orang dapat melakukannya dengan suara maupun tanpa kata. Sungguh ia ringan karena dapat dilaksanakan dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Sungguh dia ringan karena dapat engkau pelihara dalam segala waktu dan suasana. Di tempat kerja, di sekolah, di jalan maupun di pasar. Namun sesuatu ini dijamin Allah berat timbangan amalnya, karena dengannya Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar.


Di tempat kerja, di sekolah, di jalan maupun di pasar. Namun sesuatu ini dijamin Allah berat timbangan amalnya, karena dengannya Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar.



"Dari Abu hurairah ra, ia berkata Rasulullah Saw bersabda: "Dua kalimat yang ringan pada lisan, berat pada timbangan amal, disukai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu Subhanallah Wabihamdihi, subhanaanaLLaahil 'azhim (HR Bukhari Muslim)



Allah ta'ala berfirman: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim,., laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahal yang besar." (QS Al Ahzab: 35)



Kawan, itulah dzikir. Mengingat Allah.. Ingat yang bukan sekedar eling, namun juga ditunaikan dalam lisan. Bukan juga sekedar untaian kata yang terlepas dari bibir, tetapi dzikir yang tulus dari jiwa sebagai bukti eling. Menyebut-nyebutNya. Menyenandungkan pujian untukNya. Bertahmid, bertasbih dan bertakbir bagiNya. Dzikir yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan kita yang sebanyak buih di lautan.



Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa membaca tasbih33x setiap selesai shalat, membaca tasbih 33x dan takbir 33x, kemudian ia melengkapinya menjadi 100 dengan membaca Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syiin qadiir, maka diampunilah dosa-dosanya walaupun dosa-dosa itu seperti buih di lautan. (HR Muslim)



Kawan, dzikir memang ringan di lisan. Karena dia gampang dilafalkan dan dihafalkan, segampang kita melafalkan senandung lagu-lagu, nasyid maupun tembang. Namun begitu berat timbangan amalnya dan begitu besar nilainya. Lafal-lafal itu memenuhi apa yang di antara langit dan bumi, lebih baik dari menafkahkan emas dan perak yang kita miliki, lebih baik dari dunia seisinya.



Bagi mereka yang menjalankannya, yang senantiasa membasahi lidah dengan menyenandungkannya, Allah janjikan keutamaan yang banyak. Baginya keberuntungan, ampunan dan pahala yang besar, kedudukan utama dan kemuliaan, pengabulan do'a dan ditanamkan untuknya pohon di surga.



"Dari Ayyub Al Anshariy ra dari Nabi SAW, beliau bersabda: Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir sepuluh kali, maka ia bagaikan orang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan isma'il. (HR Muslim)



".Dan lantas beliau bersabda: Seseorang yang membaca tasbih 100x dituliskan baginya 1000 kebaikan atau dihapuskan baginya 1000dosa." (HR Muslim)



"Dari Jabir ra dari nabi saw, beliau bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: Subhaanallaahi wa bihamdihi, maka ditanamkan baginya sebatang pohon di surga" (HR Turmudzi).



Kawan, untai kata ini ringan. Karena setiap muslim, anak-anak hingga dewasa, tak sulit menghapal subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar. Dan tak butuh waktu panjang dan khusus untuk menyenandungkannya. Kalimat ini amat disukai Allah, dan ia sungguh besar nilainya, karena dengannya kita gapai cintaNya. Karena dengan dzikir kita istimewa di pandanganNya.



"Allah ta'ala berfirman: Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat kepadamu". (QS Al Baqarah: 152)



"Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sungguh, jika aku mengucap: Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illaahu akbar, itu lebih aku
sukai dari apa yang disiniari matahari.



Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: maukah kamu saya beritahu kalimat yang paling disukai oleh Allah? Sesungguhnya kalimat yang paling disukai Allah adalah subhaanallaahi wa bihamdihi (HR Muslim) Kawan, begitu tinggi nilai dzikir, hingga rasul menjadikannya jawaban, saat suatu hari, para sahabat muhajirin berkesah atas kalahnya amal mereka dibanding kaum anshar.



Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya sahabat dari kaum muhajirin datang kepada Rasulullah SAW dan berkesah, "Orang-orang kaya mendapat derajat tinggi dan kebahagiaan yang abadi, padahal mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa. Tetapi mereka memiliki kelebihan harta yang
dengannya dapat menunaikan haji, umrah, berjuang dan bersedekah." Rasulullah saw bersabda: "Maukah kalian aku ajari sesuatu yang dapat mengejar pahala orang-orang yang telah mendahului kamu dan orang-orang sesudahnya, serta tidak ada seorangpun yang lebih utama daripada kamu, kecuali orang yang berbuat seperti apa yang kalian perbuat?"



Mereka menjawab: "Mau, wahai Rasulullah." Beliau kemudian bersabda: "yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33x." (HR Bukhari Muslim). Kawan, tidakkah kita ingin berlomba seperti mereka? Mengejar sesuaatu yang tidak dapat kita raih, dengan sesuatu yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan amal?

0 komentar: