Penghemat BBM. Disaat masih hangatnya masyarakat merasakan naiknya harga BBM, ternyata ada seseorang yang dapat menciptakan alat penghemat BBM. Berawal dari coba-coba mengontrol air aki mobil, karena tidak membawa senter, maka Joko Sutrisno mengecek akinya menggunakan korek api yang dinyalakan diatas lobang aki dan terjadi ledakan. Dari situlah Joko mulai berfikir aki berisikan air dan kenapa air bisa meledak?
Kini rumah Joko Sutrisno di Jl. HOS Cokroaminoto no. 76 Yogyakarta selalu dipenuhi dengan banyak orang. Tujuan mereka datang ke sana adalah untuk membeli ataupun memesan alat tersebut. Joko ingin membagi ilmu tersebut kepada siapapun yang datang hendak membeli.Tentulah itu angin segar bagi siapapun, apalagi disaat harga BBM naik seperti sekarang ini.
Alat penghemat BBM temuannya itu sering disebut para pakar kimia adalah elektrolizer. Joko menjelaskan bahwa bahan yang dipakai olehnya untuk membuat elektrolizer ini sangat sederhana hanya air murni atau air sulingan dan garam dapur atau soda api.Alat yang digunakan itu sendiri adalah botol plastik yang kemudian dipasang dua elektroda di dalam, kabel untuk penghubung antara elektroda dengan mesin di motor.
Kendaraan anda akan mendapatkan asupan energi tambahan dari sebuah tabung elektrolizer yang berisi air (aquades) yang dicampur dengan zat kimia berupa Kalium Hidroksida (KOH) lalu ditambah reley (untuk mobil) atau diode (untuk motor) yang disambungkan ke Manifold, sebuah mobil atau motor.
Air aqua yang dihubungkan dengan elektroda agar unsur oksigen dan hidrogen dalam air tersebut terurai. Setelah itu, unsur hidrogennya yang mudah terbakar ditampung lalu diambil sebagai sumber tenaga.
Memang cukup sederhana sehingga kini banyak orang yang mampu membuatnya.Orang yang datang diantaranya dari Medan, Pekanbaru, Riau, Palembang, Jakarta dan dari Bandung yang ternyata sekarang malah sudah memproduksinya. Inilah inovasi baru dalam mengencangkan ikat pinggang akibat kenaikan harga BBM.
Bila anda ingin membuatnya sendiri coba lihat gambar dibawah ini
Pak Joko yang tinggal di Yogyakarta ini sudah mencobanya, bahkan orang-orang berdatangan dari luar kota ke tempat pak Joko untuk minta dipasangi alat tersebut. Kalau anda terlalu jauh untuk ke Jogja, mengapa tidak mencobanya Sendiri?
Selamat Mencoba.






0 komentar:
Post a Comment